• Jumat, 9 Desember 2022

Komunitas Pasar Sehat Semarang Gotong Royong Bantu Cegah Stunting di Kota Semarang

- Senin, 3 Oktober 2022 | 20:38 WIB
Para Ibu di Kota Semarang Gotong Royong Cegah Stunting Sejak Dini (Elizabeth Widowati)
Para Ibu di Kota Semarang Gotong Royong Cegah Stunting Sejak Dini (Elizabeth Widowati)

Hukamanews.com – Suatu pagi di bulan September, Al Fatih terlihat berdesak – desakan di antrian Posyandu Melati Kelurahan Kalibanteng Kidul Semarang Barat. Agenda kali ini adalah pemberian vaksin campak kepada seluruh anak balita di wilayah tersebut. Sebelum mendapatkan suntikan, masing – masing anak mendapatkan pemeriksaan rutin berupa penimbangan berat badan dan tinggi badan, serta lingkar kepala.

“Fatih berat badan 12,5 kilogram , tinggi badan 102 centimeter.” seru petugas posyandu setempat

Langkah berikutnya adalah pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis oleh pihak Puskesmas Lebdosari yang ditunjuk sebagai pelaksana pemberian vaksin.

“Ibu , ada nomer handphone yang bisa dihubungi.” tanya petugas tersebut

“Karena kalau dilihat dari pemeriksaan berat badan dan tinggi badan, anak ibu, Fatih berada di garis kuning, tumbuh kembang normalnya anak seusia 4 tahun.” Tambahnya

Meski tingginya mampu mencapai batas normal tinggi anak – anak sebayanya, ternyata bagi petugas Puskesmas tersebut, Fatih masuk ke dalam kategori tingkat kerawanan.

Melihat hasil pemeriksaan kesehatan Fatih , beda lagi dengan yang dialami oleh Bunda Nia, ketika melihat perkembangan buah hatinya yang bernama Mika.

“Mika , saat ini usianya masih dibawah 4 tahun, beratnya memang sudah mencukupi, yaitu mencapai angka 13,5 kilogram. Namun tinggi badannya, baru mencapai angka 95 centimeter. Saya sampai kebingungan bagaimana harus mengejar tinggi badannya agar sesuai usia perkembangan.” cerita Bunda Nia, warga Gajahmungkur Semarang Tengah, ( 14/09/22) lalu

Bunda Nia khawatir anaknya ada indikasi stunting. Namun ia mengaku cukup lega, karena walaupun susah makan, balitanya ini sangat suka mengonsumsi buah . Karena itulah dia selalu membuat menu sehat untuk buah hatinya.

Beda dengan Mikha, untuk urusan makan , si Fatih terbilang gampang – gampang susah. Fatih terbilang memiliki variasi jenis makanan yang dikonsumsi. Tempe produk protein nabati, bahkan tahu, ia terbilang mau buka mulut. Sayuran seperti halnya wortel, kembang kol, brokoli, ia sangat suka. Buah pun , ia mau mengkonsumsinya meski dalam kategori buah yang manis saja rasanya.

Halaman:

Editor: Elizabeth Widowati

Tags

Terkini

Jawa Tengah Sudah Memiliki 21 Mal Pelayanan Publik

Senin, 5 Desember 2022 | 15:49 WIB
X