• Jumat, 9 Desember 2022

Gerakan Membaca Buku Di Kota Semarang, Setiap Anak Butuh Buku Yang Menarik Judul dan Isinya

- Rabu, 28 September 2022 | 01:22 WIB
Anak Sekolah Dasar di Kota Semarang Lakukan Gerakan Membaca Buku (Elizabeth Widowati)
Anak Sekolah Dasar di Kota Semarang Lakukan Gerakan Membaca Buku (Elizabeth Widowati)

 

Hukamanews.com –Hari ini , tidak seperti biasanya, Rafa berangkat ke sekolah dengan membawa setumpuk buku bacaan di dalam tasnya. Jika dihitung ada sebanyak 10 buku bacaan yang judulnya nama – nama pejuang umat Islam. Sesampainya di kelas, Rafa kemudian membagikan buku – buku tersebut kepada teman sekolahnya tidak lain untuk dibaca bersama – sama. Apa yang dilakukan Rafa kali ini, adalah sebagian langkah dari Gerakan Semarang Membaca secara serentak yang dilakukan seluruh siswa tingkat sekolah dasar di kota Semarang

“Alhamdulilah, anak – anak di sekolah kami , sangat antusias dalam mengikuti gerakan membaca kali ini. Meski ya ini terjadi hanya di menit – menit awal. Ada beberapa yang kemudian mulai bosan dalam membaca.” kata Dwi Novitasari , salah satu guru pengampu di SD IT Bina Amal 02, Semarang Barat, pada hari Selasa (27/09/22 )

Lebih lanjut, Dwi menambahkan untuk mendorong semangat anak – anak dalam membaca, perlu banyak penunjang. Salah satunya dengan memberikan buku – buku yang menarik baik itu dari judul maupun isinya.

Baca Juga: Inilah Calista, Umur 18 Tahun Sudah Lulus Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Gerakan Semarang Membaca kali ini dilakukan secara serentak mulai pukul 08.30 pagi hingga pukul 09.00 WIB. Setiap anak diperbolehkan untuk membawa bacaan dari rumah sebagai sumber bacaan atau membaca buku yang ada di pojok kelas perpustakaan sekolah.

Kepala SD IT Bina Amal 02 Semarang Barat, Maratul Qiptiyah mengatakan untuk mendorong semangat membaca sejak dini dari masing – masing anak, pihak sekolah pun mulai bertahap mengajak orangtua murid untuk ikut berperan. Setiap orangtua murid bisa ikut berpartisipasi membawa koleksi buku – buku yang ada ke sekolah. Terlebih  saat ini sekolah mendorong masing – masing kelas punya yang namanya “pojok baca”.

“Rafa itu, kalau sudah pernah membaca satu buku, sudah tidak mau mengulang lagi untuk membacanya. Jadi antusias membacanya hanya kalau baru saja membeli buku itu.” tambah Mikhe , sebagai  orangtuanya.

Seorang penulis cerita anak,  Lia Herliana, mengatakan sebagai orangtua tetap harus mengenalkan kepada anak berbagai macam literasi buku. Dengan mengenalkan sejak dini, pengalaman yang terjadi, anak – anak kemudian tidak akan terpengaruh berbagai macam informasi yang menyesatkan, semacam hoaks. Mereka pun nantinya ketika dewasa, dengan kemampuan literasi digital ini, akan mampu memilah – milah informasi yang berguna.

“Sebenarnya mudah saja kok memperkenalkanbuku untuk anak – anak, tergantung minat yang dimiliki si anak itu sendiri. Orangtua mempunyai pilihan apakah akan mengenalkan buku bernuansa agamis atau ilmu pengetahuan, seperti ensiklopedia. Dalam memilihkan buku cerita ini, yang terpenting anak suka.

Halaman:

Editor: Elizabeth Widowati

Tags

Terkini

Banyumas Butuh Tambahan Sekolah Luar Biasa

Selasa, 9 Agustus 2022 | 13:25 WIB

Belajar Bahasa: Dipungkiri atau Dimungkiri?

Selasa, 12 Juli 2022 | 14:48 WIB

Belajar Bahasa: Aktifitas atau Aktivitas?

Selasa, 5 Juli 2022 | 11:01 WIB

Belajar Bahasa: Ustadz, Ustad, atau Ustaz?

Kamis, 30 Juni 2022 | 15:15 WIB
X