• Jumat, 9 Desember 2022

Presiden Jokowi: Perlu Pemikiran ‘Abu Nawas’ Dalam Hadapi Krisis

- Rabu, 7 September 2022 | 15:14 WIB
Presiden Jokowi membuka secara resmi Sarasehan 100 Ekonom Indonesia Tahun 2022, Rabu (07/09/2022), di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan
Presiden Jokowi membuka secara resmi Sarasehan 100 Ekonom Indonesia Tahun 2022, Rabu (07/09/2022), di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan

Hukamanews.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membuka secara resmi Sarasehan 100 Ekonom Indonesia Tahun 2022, hari ini, Rabu 7 September 2022, di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan. Mengangkat tema ‘Normalisasi Kebijakan Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia’, forum ini dihadiri sebanyak 100 ekonom dengan berbagai latar belakang profesi.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan kepada para ekonom untuk meninggalkan cara-cara lama dalam menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian, berubah begitu cepat, serta dihadapkan pada berbagai krisis saat ini.

“Saya juga titip pada para ekonom, jangan menggunakan pakem-pakem yang ada, jangan menggunakan sesuatu yang standar, karena ini keadaannya tidak normal, sangat tidak normal. Dibutuhkan pemikiran yang ‘Abu Nawas’, yang kancil-kancil gitu, agak melompat-lompat, tapi memang, memang harus seperti itu,” ujar Presiden Jokowi.

Baca Juga: Pasca Pandemi , Transaksi Belanja Semarang Great Sale Naik Mencapai 353 miliar rupiah

Selain itu, Presiden juga menekankan bahwa dalam bekerja di tengah situasi yang sangat tidak normal seperti sekarang dibutuhkan kerja yang sangat detail bukan hanya pada level makro.

“Bekerja sekarang pun tidak bisa makro saja, enggak bisa. Ditambah mikro pun mungkin masih juga belum dapat. Sehingga makro iya, mikro iya, detail, fokus,” ujarnya.

Presiden mengungkapkan, perubahan yang bergitu cepat saat ini diawali dengan pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Presiden pun bersyukur bahwa Indonesia tidak mengambil kebijakan lockdown yang dinilai akan membuat perekonomian nasional terkontraksi lebih dalam.

“Saat itu saya semedi, saya endapkan betul, apa benar kita harus melakukan itu. Dan jawabannya, saat itu saya jawab tidak usah lockdown, dan ternyata betul. Saya enggak bisa membayangkan kalau saat itu kita lockdown. Mungkin kita bisa masuk ke minus lebih dari 17 persen,” ujarnya.

Baca Juga: Antisipasi Inflasi Akibat Kenaikan BBM, Ganjar Kerahkan Tim Pengendali Inflasi Untuk Bekerja

Halaman:

Editor: Sukowati Utami

Tags

Terkini

Jawa Tengah Sudah Memiliki 21 Mal Pelayanan Publik

Senin, 5 Desember 2022 | 15:49 WIB
X