• Jumat, 9 Desember 2022

Demi Cegah Pernikahan Dini, Kota Semarang Luncurkan Pendidkan Gratis

- Jumat, 21 Oktober 2022 | 15:13 WIB
Kota Semarang Berlakukan Sekolah Gratis Untuk Tekan Angka Pernikahan Dini (Elizabeth Widowati)
Kota Semarang Berlakukan Sekolah Gratis Untuk Tekan Angka Pernikahan Dini (Elizabeth Widowati)
Hukamanews.com - Fenomena pernikahan dini sudah sangat memprihatinkan ditengah kondisi ekonomi yang terus suram. Tak ingin terpuruk, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang terus berupaya mencegah pernikahan dini sebagai bentuk perlindungan anak.
 
Upaya untuk menekan angka fenomena pernikahan dini tersebut, Pemerintah Kota Semarang menyusun program pendidikan gratis untuk PAUD, TK, SD, dan SMP.
 
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki mengatakan, tingginya tingkat pendidikan pada anak akan berpengaruh pada pola pikir mereka. Menurutnya pendidikan penting untuk memberikan pengetahuan tentang dampak dari pernikahan dini. Menurut Ulfi, Pemkot Semarang juga berusaha membuka akses pendidikan yang gratis bagi anak-anak.
 
“Kami juga bekerjasama dengan sejumlah lembaga masyarakat juga Dinas Pendidikan untuk edukasi soal risiko pernikahan dini,” kata Ulfi.
 
 
Selain soal pernikahan anak, beberapa tugas penting yang juga jadi prioritas adalah pemberdayaan perempuan atau ibu dalam kewirausahaan. Ini termasuk pemberdayaan ekonomi bagaimana membantu keluarga dalam membantu mencari nafkah. Seperti lingkaran setan, pendidikan terhadap ibu mengenai pengetahuan soal pola asuh juga sangat penting.
 
Kasus stunting di Kota Semarang tidak hanya dipengaruhi soal ekonomi saja tetapi bagaimana pola asuh ibu kepada anak-anak.
Tugas lainnya adalah pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang penyebabnya rata-rata faktor ekonomi.
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, BPS menyebut jumlah pernikahan dini  di tahun 2020 berada diangka 10,18 persen. Angka tersebut masih diatas target Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak, yaitu 8,74 oersen pada akhir 2024.
 
 
 
 

Editor: Elizabeth Widowati

Tags

Terkini

Banyumas Butuh Tambahan Sekolah Luar Biasa

Selasa, 9 Agustus 2022 | 13:25 WIB

Belajar Bahasa: Dipungkiri atau Dimungkiri?

Selasa, 12 Juli 2022 | 14:48 WIB

Belajar Bahasa: Aktifitas atau Aktivitas?

Selasa, 5 Juli 2022 | 11:01 WIB

Belajar Bahasa: Ustadz, Ustad, atau Ustaz?

Kamis, 30 Juni 2022 | 15:15 WIB
X